Mengenal Isra Mi'raj: Perjalanan Agung Nabi Muhammad SAW di Indonesia
Peristiwa Isra Mi'raj merupakan salah satu momen paling sakral dan mendalam dalam sejarah peradaban Islam yang diperingati dengan penuh khidmat oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memandang peringatan ini bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan sebuah refleksi spiritual yang menyentuh inti dari keyakinan beragama. Isra Mi'raj memperingati perjalanan ajaib Nabi Muhammad SAW dalam satu malam yang melintasi dimensi ruang dan waktu, sebuah mukjizat yang memperkokoh fondasi keimanan umatnya.
Di Indonesia, esensi dari Isra Mi'raj adalah tentang "perjalanan menuju kesempurnaan ibadah." Makna filosofis di balik peristiwa ini sering kali dikaitkan dengan kedisiplinan dan komunikasi spiritual antara hamba dengan Sang Pencipta. Melalui peringatan ini, masyarakat diingatkan kembali akan asal-usul kewajiban salat lima waktu, yang menjadi tiang agama. Suasana di berbagai penjuru nusantara saat hari besar ini tiba biasanya diselimuti oleh aura ketenangan, doa-doa yang dipanjatkan di masjid, dan ceramah agama yang menggugah jiwa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Keistimewaan peringatan ini di Indonesia terletak pada bagaimana nilai-nilai spiritual tersebut berpadu dengan tradisi lokal yang santun. Meskipun tidak dirayakan dengan kemeriahan kembang api atau festival jalanan, Isra Mi'raj di Indonesia memiliki kekuatan dalam kesederhanaannya. Ini adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul, bagi komunitas untuk mempererat silaturahmi di masjid, dan bagi setiap individu untuk merenung sejenak di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. Hari ini menjadi jeda yang sangat berharga untuk mengisi ulang energi spiritual dan memperkuat komitmen moral dalam kehidupan bermasyarakat.
Kapan Isra Mi'raj Diperingati pada 2026?
Peringatan Isra Mi'raj mengikuti kalender Hijriah, yaitu jatuh pada tanggal 27 Rajab. Karena kalender Islam didasarkan pada siklus bulan, tanggalnya dalam kalender Masehi selalu bergeser setiap tahunnya.
Untuk tahun 2026, berikut adalah detail waktu pelaksanaannya:
Hari: Saturday
Tanggal: January 17, 2026
Sisa Waktu: 14 hari lagi dari sekarang
Secara administratif, hari libur nasional di Indonesia ditetapkan pada hari Saturday tersebut. Namun, sesuai dengan tradisi Islam, peringatan keagamaan biasanya dimulai sejak matahari terbenam pada hari sebelumnya. Oleh karena itu, suasana Isra Mi'raj akan mulai terasa sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, hingga berakhir pada Jumat malam, 16 Januari 2026.
Penting untuk dicatat bahwa karena hari libur ini jatuh pada hari Saturday, hal ini menciptakan momen "long weekend" atau akhir pekan yang panjang bagi masyarakat Indonesia, karena bersambung langsung dengan hari Sabtu dan Minggu (17-18 Januari 2026). Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk tidak hanya beribadah, tetapi juga beristirahat sejenak bersama keluarga.
Sejarah dan Asal-Usul Perjalanan Agung
Isra Mi'raj terdiri dari dua bagian perjalanan yang berbeda namun terjadi dalam satu malam yang sama sekitar tahun 621 Masehi. Peristiwa ini terjadi pada periode Mekkah, sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, pada masa yang dikenal sebagai Amul Huzni atau "Tahun Kesedihan" karena Nabi baru saja kehilangan pamannya, Abu Thalib, dan istrinya tercinta, Siti Khadijah.
1. Perjalanan Isra
Isra merujuk pada perjalanan darat di malam hari dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem (Baitul Maqdis). Menurut hadis, Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan ini dengan mengendarai Buraq, makhluk surgawi yang kecepatannya digambarkan secepat kilat. Di Masjidil Aqsa, Nabi memimpin salat berjamaah bersama para nabi terdahulu, yang melambangkan kesinambungan risalah ketuhanan dari masa ke masa.
2. Perjalanan Mi'raj
Mi'raj adalah kelanjutan dari Isra, di mana Nabi Muhammad SAW diangkat dari Baitul Maqdis menuju langit ke tujuh hingga mencapai Sidratul Muntaha
, tempat tertinggi di mana tidak ada makhluk lain yang bisa menjangkaunya. Dalam perjalanan ini, Nabi melewati berbagai lapisan langit dan bertemu dengan nabi-nabi besar seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, hingga Nabi Ibrahim.
Puncak Perjalanan: Perintah Salat
Di puncak Mi'raj, Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT secara langsung tanpa perantara. Di sinilah beliau menerima perintah salat. Awalnya, perintah tersebut adalah 50 kali sehari, namun atas saran Nabi Musa dan kasih sayang Allah, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi lima waktu dalam sehari semalam. Meskipun jumlahnya berkurang, pahalanya tetap setara dengan 50 kali salat. Inilah alasan mengapa Isra Mi'raj sangat penting bagi umat Muslim: ia adalah momen lahirnya kewajiban salat lima waktu yang menjadi napas kehidupan seorang Muslim.
Bagaimana Masyarakat Indonesia Merayakan Isra Mi'raj
Peringatan Isra Mi'raj di Indonesia lebih bersifat religius-reflektif daripada selebrasi yang meriah. Berikut adalah beberapa cara umum masyarakat Indonesia dalam memperingati hari besar ini:
Pengajian dan Tabligh Akbar
Hampir di setiap masjid dan mushala di pelosok desa hingga kota besar mengadakan pengajian. Biasanya, pengurus masjid mengundang ustaz atau kiai untuk memberikan ceramah tentang sejarah Isra Mi'raj. Tema utama yang diangkat selalu berkaitan dengan peningkatan kualitas salat dan bagaimana meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Zikir Bersama dan Doa
Malam peringatan Isra Mi'raj sering kali diisi dengan pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama. Umat Muslim berkumpul setelah salat Maghrib atau Isya untuk memohon ampunan dan keberkahan bagi diri sendiri, keluarga, serta bangsa Indonesia. Di beberapa daerah, pembacaan kitab Al-Barzanji atau selawat Nabi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari acara ini.
Puasa Sunah
Meskipun tidak diwajibkan, banyak umat Muslim di Indonesia memilih untuk menjalankan puasa sunah pada tanggal 27 Rajab sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Puasa ini dipandang sebagai amalan mulia di bulan Rajab yang termasuk dalam salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan).
Tradisi Lokal di Berbagai Daerah
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang membuat peringatan Isra Mi'raj di tiap daerah memiliki keunikan tersendiri:
Yogyakarta dan Jawa Tengah: Sering diadakan tradisi "Yasa Peksi Burak" di Kraton, di mana replika burung Buraq dibuat dari buah-buahan dan bunga sebagai simbol kendaraan Nabi.
Jawa Barat: Banyak pesantren mengadakan perlombaan keagamaan bagi santri, seperti lomba azan, pembacaan puisi religi, atau ceramah singkat.
Sumatera: Tradisi makan bersama setelah pengajian di masjid sering dilakukan sebagai bentuk penguatan tali persaudaraan (ukhuwah Islamiyah).
Etika dan Informasi Praktis bagi Pengunjung
Bagi wisatawan asing atau ekspatriat yang berada di Indonesia saat peringatan Isra Mi'raj 2026, memahami konteks budaya sangatlah penting untuk menjaga kenyamanan bersama.
Perilaku dan Tata Krama
Karena ini adalah hari besar keagamaan, sangat disarankan untuk berpakaian sopan dan tertutup, terutama saat melewati atau mengunjungi area di sekitar tempat ibadah. Bagi wanita, mengenakan pakaian yang menutup bahu dan lutut adalah bentuk penghormatan yang sangat dihargai. Jika Anda ingin masuk ke dalam masjid (di luar waktu salat), pastikan untuk melepas alas kaki dan bagi wanita disarankan menggunakan kerudung atau syal untuk menutup kepala.
Suasana Kota dan Transportasi
Pada hari Jumat, 16 Januari 2026, suasana di kota-kota besar seperti Jakarta mungkin akan terasa sedikit lebih tenang karena banyak kantor yang tutup. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada siang hari (sekitar pukul 11:30 hingga 13:30), aktivitas akan terhenti sejenak karena pelaksanaan Salat Jumat yang biasanya akan sangat ramai di setiap masjid. Arus lalu lintas di sekitar masjid-masjid besar mungkin akan mengalami pengalihan atau kepadatan sementara.
Layanan Publik
Sebagai hari libur nasional, kantor pemerintahan, kedutaan besar, bank, dan sekolah akan tutup. Beberapa pusat perbelanjaan dan restoran tetap buka, namun mungkin beroperasi dengan jumlah staf yang terbatas atau jam operasional yang sedikit bergeser. Transportasi umum seperti TransJakarta, MRT, dan KRL tetap beroperasi, namun frekuensinya mungkin mengikuti jadwal hari libur.
Status Hari Libur Nasional
Berdasarkan keputusan pemerintah Indonesia, Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada 2026 ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional. Ini berarti:
- Sektor Publik: Seluruh instansi pemerintah akan libur. Pelayanan administrasi seperti pembuatan paspor atau SIM tidak akan tersedia pada hari tersebut.
- Sektor Swasta: Sebagian besar perusahaan swasta meliburkan karyawannya. Jika ada karyawan yang bekerja, biasanya mereka akan mendapatkan kompensasi sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan mengenai hari libur nasional.
- Pendidikan: Sekolah dan universitas di seluruh Indonesia diliburkan.
- Dampak Ekonomi: Karena jatuh pada hari Jumat, peringatan ini diprediksi akan meningkatkan pergerakan pariwisata domestik. Banyak keluarga yang memanfaatkan waktu tiga hari (Jumat hingga Minggu) untuk melakukan perjalanan singkat ke luar kota atau sekadar berwisata di dalam kota. Hotel-hotel di destinasi wisata seperti Bandung, Puncak, dan Yogyakarta biasanya akan mengalami peningkatan okupansi.
Penutup: Makna Mendalam bagi Bangsa Indonesia
Peringatan Isra Mi'raj di Indonesia bukan sekadar mengenang peristiwa masa lalu, melainkan sebuah pengingat akan pentingnya keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan (Hablum Minallah) dan hubungan antar sesama manusia (Hablum Minannas). Melalui perintah salat yang diterima Nabi dalam Mi'raj, umat diajarkan untuk memiliki disiplin waktu, kejujuran, dan kerendahan hati.
Di tengah keberagaman suku dan budaya di Indonesia, Isra Mi'raj menjadi momen pemersatu di mana umat Muslim dari berbagai latar belakang bersatu dalam doa dan refleksi yang sama. Bagi bangsa Indonesia, nilai-nilai ketuhanan yang diperkuat melalui peringatan ini menjadi fondasi moral yang penting dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tanah air.
Dengan tetap menjaga kekhusyukan dan menghormati tradisi yang ada, peringatan Isra Mi'raj pada January 17, 2026 mendatang diharapkan dapat membawa keberkahan dan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia, serta menjadi pengingat bagi setiap individu untuk terus melakukan "perjalanan" menuju arah yang lebih baik dalam kehidupan mereka masing-masing.