Ascension Day of Jesus Christ

Indonesia • May 14, 2026 • Thursday

86
Days
06
Hours
22
Mins
43
Secs
until Ascension Day of Jesus Christ
Asia/Jakarta timezone

Holiday Details

Holiday Name
Ascension Day of Jesus Christ
Country
Indonesia
Date
May 14, 2026
Day of Week
Thursday
Status
86 days away
About this Holiday
Ascension Day is the 40th day of Easter. It is a religious holiday that commemorates the ascension of Jesus Christ into heaven.

About Ascension Day of Jesus Christ

Panduan Lengkap tentang Hari Kenaikan Isa Almasih di Indonesia

Hari Kenaikan Isa Almasih adalah salah satu hari raya keagamaan terpenting bagi umat Kristen di Indonesia. Perayaan ini mengenang momen sakral ketika Isa Almasih (Yesus Kristus) naik ke surga setelah 40 hari kebangkitan-Nya dari kematian. Bagi umat Kristen di seluruh nusantara, hari ini bukan sekadar hari libur, melainkan momen spiritual yang dalam untuk merenungkan iman, pengharapan, dan janji keselamatan.

Yang membuat Hari Kenaikan Isa Almasih istimewa di Indonesia adalah pengakuannya sebagai hari libur nasional. Dalam negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, keberadaan hari raya Kristen ini sebagai hari libur resmi menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga kebhinekaan dan harmoni antarumat beragama. Umat Kristen dapat merayakannya dengan khidmat tanpa harus khawatir akan tuntutan pekerjaan atau sekolah. Suasana kota-kota besar seperti Jakarta, Manado, atau Ambon akan terasa lebih tenang karena banyak aktivitas perkantoran dan pendidikan berhenti sementara. Hari ini menjadi momen refleksi kolektif bagi komunitas Kristen untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan solidaritas sosial.

Perayaan Hari Kenaikan Isa Almasih di Indonesia juga memiliki nuansa kultural yang khas. Tradisi mengunjungi makam keluarga, misalnya, menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Umat Katolik dan Protestan seringkali menyempatkan diri berziarah ke tempat peristirahatan terakhir orang tua atau kerabat yang telah meninggal dunia. Mereka membersihkan makam, menaburkan bunga, dan berdoa bersama. Aktivitas ini bukan hanya ekspresi duka, tetapi juga pengakuan iman akan kebangkitan dan kehidupan kekal. Selain itu, banyak gereja menyelenggarakan ibadah khusus dengan lagu-lagu pujian dan kotbah yang bertemakan tentang kebanggaan dan pengharapan.

Kapan Perayaan di 2026?

Untuk tahun 2026, Hari Kenaikan Isa Almasih jatuh pada hari Thursday, May 14, 2026. Saat artikel ini ditulis, terdapat 86 hari menuju perayaan suci ini.

Hari Kenaikan Isa Almasih bersifat variabel, yang berarti tanggalnya berubah setiap tahun sesuai dengan kalender liturgi Gereja. Penentuan tanggal ini didasarkan pada perhitungan Paskah (Easter), yang merujuk pada kalender lunar Yahudi dan musim semi. Secara sederhana, perayaan ini dihitung 40 hari setelah Hari Paskah. Jika Paskah jatuh pada tanggal tertentu, maka 40 hari berikutnya adalah Hari Kenaikan. Meskipun tanggalnya berubah, hari dalam seminggu untuk perayaan ini selalu jatuh pada hari Kamis, karena tradisi liturgi menetapkan bahwa Kenaikan terjadi pada hari ke-40 setelah Paskah yang jatuh pada hari Minggu.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang bekerja di sektor formal, penentuan tanggal ini sangat dinantikan karena seringkali dikaitkan dengan hari libur bersama (cuti bersama). Pemerintah biasanya mengumumkan jadwal cuti bersama beberapa bulan sebelumnya, yang seringkali menghubungkan Hari Kenaikan dengan hari Jumat setelahnya, menciptakan "long weekend" atau akhir pekan yang lebih panjang. Ini menjadi momen populer untuk bepergian, baik untuk pulang kampung maupun berwisata.

Asal Usul dan Sejarah

Hari Kenaikan Isa Almasih memiliki akar sejarah yang sangat kuno, bermula dari tradisi gereja perdana pada abad pertama Masehi. Peristiwa ini didasarkan pada narasi Injil dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, khususnya dalam Kisah Para Rasul (Kisah 1:9-12). Menurut teks tersebut, setelah bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama 40 hari, Isa Almasih naik ke surga di depan mata para murid-Nya di Bukit Zaitun.

Dalam sejarah Gereja, perayaan Hari Kenaikan sudah diperingati sejak abad ke-4 Masehi. Awalnya, perayaan ini digabungkan dengan Paskah, namun seiring waktu, Gereja Barat dan Timur mulai merayakannya secara terpisah untuk menekankan signifikansi teologisnya. Konstantinus Agung, kaisar Romawi yang pertama memeluk Kristen, membangun sebuah basilika di Bukit Zaitun untuk memperingati lokasi kenaikan tersebut. Hingga kini, reruntuhan basilika itu masih menjadi situs ziarah penting bagi umat Kristen di Yerusalem.

Di Indonesia, sejarah perayaan ini tidak terlepas dari sejarah masuknya Kristen ke nusantara. Awalnya dibawa oleh para pedagang Portugis pada abad ke-16, kemudian disebarkan oleh Belanda, dan berkembang pesat melalui misi pribumi. Perayaan Hari Kenaikan menjadi bagian dari ritus gereja-gereja yang tumbuh, baik Katolik maupun Protestan. Pada era kemerdekaan, pemerintah Indonesia secara resmi mengakui hari raya ini sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden, yang menegaskan posisi umat Kristen sebagai bagian integral dari bangsa Indonesia. Pengakuan ini memperkuat narasi Pancasila tentang keberagaman.

Bagaimana Umat Merayakannya?

Perayaan Hari Kenaikan Isa Almasih di Indonesia diwarnai oleh berbagai tradisi religius yang sarat makna. Berikut adalah cara-cara utama umat Kristen menyambut hari ini:

Ibadah Khusus dan Liturgi

Gereja-gereja di seluruh Indonesia menyelenggarakan ibadah khusus pada hari Kamis pagi. Tema kotbah biasanya berfokus pada kenaikan Isa Almasih sebagai tanda kemenangan atas dosa dan kematian. Umat berpakaian rapi, seringkali menggunakan warna liturgi putih atau hijau, melambangkan sukacita dan kehidupan. Lagu-lagu pujian seperti "Karena Kau Naik" atau "Hari Ini Kau Naik" menggema di ruang ibadah. Bagi umat Katolik, misa khusus ini memiliki tingkat kehadiran yang tinggi, seringkali disertai dengan prosesi lilin dan pembacaan kitab suci secara khusyuk.

Ziarah ke Makam (Tradisi Khusus di Indonesia)

Salah satu tradisi unik yang sangat populer di Indonesia, terutama di kalangan umat Katolik, adalah mengunjungi makam orang tua atau kerabat. Tradisi ini tidak lazim dilakukan pada Hari Kenaikan di negara lain, menjadikannya ciri khas Indonesia. Umat percaya bahwa berdoa di makam adalah bentuk perhatian dan cinta kasih kepada arwah orang yang telah meninggal. Mereka membersihkan batu nisan, menata bunga segar (biasanya anyelir atau mawar), dan menyertakan lilin serta doa rosario. Kegiatan ini seringkali dilakukan setelah ibadah gereja, melibatkan keluarga besar.

Prosesi dan Pawai Obor

Di beberapa daerah dengan mayoritas Katolik yang kuat, seperti Flores, Nusa Tenggara Timur, atau di kota-kota seperti Semarang dan Yogyakarta, sering diadakan prosesi keagamaan. Umat berjalan beriringan dari gereja menuju lapangan terbuka atau altar luar ruangan sambil membawa lilin atau obor. Prosesi ini menggambarkan perjalanan spiritual menuju "Bait Sorga". Di beberapa komunitas Kristen di Sumatra Utara atau Papua, prosesi dengan pakaian adat juga kerap dilakukan, menggabungkan iman Kristen dengan budaya lokal.

Pemberkatan Buah dan Sayuran

Dalam beberapa misa, terutama di pedesaan atau daerah agraris, terdapat tradisi pemberkatan buah dan sayuran hasil bumi. Umat membawa hasil panen mereka ke gereja untuk didoakan oleh imam. Tradisi ini mengingatkan akan anugerah Tuhan yang melimpah dan kewajiban manusia untuk mensyukurinya. Buah-buahan seperti mangga, rambutan, atau sayuran kemudian dibagikan kepada jemaat setelah ibadah, memperkuat ikatan kebersamaan komunitas.

Keluarga dan Refleksi

Hari Kenaikan adalah hari libur keluarga. Setelah ibadah dan ziarah, banyak keluarga menghabiskan waktu bersama di rumah atau tempat makan. Suasana hari ini cenderung tenang dan tidak terlalu meriah seperti Natal. Fokusnya adalah pada kebersamaan dan pembicaraan tentang iman. Makanan khas Indonesia seperti opor ayam, rendang, atau kue-kue tradisional sering disajikan dalam suasana santai.

Informasi Praktis untuk Pengunjung dan Penduduk

Bagi wisatawan atau ekspatriat yang berada di Indonesia saat Hari Kenaikan Isa Almasih, berikut adalah informasi penting:

Hari Libur Nasional

Hari Kenaikan Isa Almasih adalah hari libur nasional. Ini berarti: Kantor Pemerintahan: Tutup total. Tidak ada layanan publik seperti pengurusan KTP, paspor, atau SIM. Sekolah dan Universitas: Libur. Tidak ada kegiatan belajar mengajar. Perusahaan Swasta: Kebanyakan tutup. Namun, sektor krusial seperti rumah sakit, bandara, hotel, dan restoran tetap buka karena melayani kebutuhan masyarakat umum dan wisatawan. Perbankan: Cabang bank biasanya tutup, meskipun ATM tetap beroperasi. Transaksi perbankan online tetap bisa dilakukan.

Cuti Bersama (Cuti Bersama)

Pemerintah seringkali menetapkan hari Jumat setelah Hari Kenaikan sebagai hari cuti bersama. Untuk 2026, jika May 14, 2026 jatuh pada hari Kamis, kemungkinan hari Jumat juga libur. Kombinasi ini menciptakan akhir pekan panjang (long weekend). Akibatnya, terjadi peningkatan volume perjalanan yang signifikan. Transportasi seperti kereta api, pesawat, dan bus antar kota seringkali penuh terpesan jauh-jauh hari. Lalu lintas di jalan tol dan kota-kota besar cenderung lebih lancar dibanding hari kerja biasa, namun kawasan wisata akan sangat ramai.

Atmosfer dan Etiket

Hari Kenaikan bukanlah hari festival publik seperti Imlek atau Nyepi. Tidak ada pesta kembang api, parade besar, atau hiburan jalanan. Suasana kota cenderung lebih sepi dan tenang, terutama di area pemukiman padat penduduk. Sebagai pengunjung, penting untuk menghormati hari libur ini. Hindari berperilaku ribut atau berpakaian tidak pantas di dekat gereja atau area ziarah. Jika Anda berkunjung ke daerah dengan populasi Kristen yang tinggi (seperti Sulawesi Utara, NTT, atau Papua), Anda mungkin akan melihat banyak orang berpakaian rapi menuju gereja pada pagi hari.

Objek Wisata

Museum dan tempat wisata sejarah (seperti gereja-gereja tua) mungkin buka, namun jam operasional bisa lebih pendek. Sebaliknya, tempat wisata alam seperti pantai dan gunung akan sangat ramai dikunjungi karena masyarakat memanfaatkan hari libur panjang untuk berwisata. Jika Anda ingin menikmati ketenangan, disarankan untuk mengunjungi tempat wisata pada hari kerja sebelum atau sesudah periode cuti bersama.

Apakah Ini Hari Libur Nasional?

Ya, Hari Kenaikan Isa Almasih secara resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia. Hal ini diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama setiap tahunnya.

Status Hari Libur: Sebagai hari libur nasional, seluruh warga negara berhak mendapatkan hari bebas dari aktivitas kerja dan sekolah. Tujuannya adalah untuk memberikan kesempatan bagi umat Kristen merayakan hari raya keagamaan mereka dengan khidmat. Kebijakan Cuti Bersama: Meskipun hari libur nasional hanya satu hari (Kamis), pemerintah seringkali menggabungkannya dengan hari Jumat sebagai "Cuti Bersama". Ini adalah kebijakan khusus di Indonesia untuk merangsang pariwisata domestik dan memudahkan masyarakat yang ingin pulang kampung. Namun, keputusan cuti bersama ini bersifat dinamis dan diumumkan setiap tahun oleh Kementerian Ketenagakerjaan.

  • Dampak Sosial dan Ekonomi: Penetapan sebagai hari libur nasional berdampak positif pada kohesi sosial. Umat Kristen tidak merasa terpinggirkan, dan umat lainnya mendapat kesempatan untuk beristirahat. Dari sisi ekonomi, sektor pariwisata dan konsumtif (seperti kuliner dan retail) mengalami lonjakan selama periode libur panjang ini.
Dengan demikian, Hari Kenaikan Isa Almasih di 2026 bukan hanya perayaan religius, tetapi juga bagian dari ritus sosial bangsa Indonesia yang dinamis dan inklusif.

Frequently Asked Questions

Common questions about Ascension Day of Jesus Christ in Indonesia

Hari Raya Kenaikan Isa Almasih tahun 2026 jatuh pada hari Thursday, tanggal May 14, 2026. Perayaan ini menandai 40 hari setelah kebangkitan Yesus Kristus pada Paskah. Hingga saat ini, masih tersisa 86 hari menuju perayaan tersebut. Hari ini merupakan momen penting bagi umat Kristiani di Indonesia untuk merenungkan peristiwa kenaikan Yesus ke surga.

Ya, Hari Kenaikan Isa Almasih merupakan hari libur nasional resmi di Indonesia. Pemerintah, sekolah, dan sebagian besar perkantoran tutup pada hari ini. Selain itu, biasanya terdapat hari cuti bersama yang diambil pada hari Jumat setelahnya, yaitu tanggal 15 Mei 2026, sehingga menciptakan libur panjang akhir pekan bagi masyarakat.

Hari Kenaikan Isa Almasih memperingati peristiwa naiknya Yesus Kristus ke surga secara fisik 40 hari setelah kebangkitan-Nya dari kematian. Menurut tradisi Kristen, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya selama periode tersebut sebelum naik ke surga di depan mata mereka. Perayaan ini memiliki makna spiritual yang dalam, mengingatkan umat akan iman, persatuan, dan pengharapan, serta menegaskan kemenangan akhir Kristus.

Umat Kristiani di Indonesia merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih melalui berbagai kegiatan keagamaan. Gereja-gereja menyelenggarakan ibadah khusus dan misa untuk memperingati peristiwa tersebut. Banyak umat Katolik mengunjungi makam keluarga untuk berdoa dan menaburkan bunga sebagai simbol harapan akan kebangkitan spiritual. Prosesi dengan lilin dan panji-panji juga dilakukan di beberapa komunitas.

Ya, terdapat beberapa tradisi khusus dalam perayaan ini. Salah satunya adalah pemberkatan buah dan sayuran yang dibawa jemaat ke gereja sebagai simbol syukur atas berkat Tuhan. Selain itu, lilin Paskah yang dinyalakan sejak kebangkitan biasanya dipadamkan pada hari ini, menandai berakhirnya masa Paskah secara liturgis. Ibadah juga sering diisi dengan nyanyian pujian dan refleksi spiritual.

Sebagian besar tempat wisata dan restoran tetap buka pada Hari Kenaikan Isa Almasih karena ini adalah hari raya keagamaan, bukan hari raya nasional yang bersifat umum seperti Lebaran atau Natal. Namun, jam operasional mungkin terbatas atau berkurang di beberapa daerah. Mengingat adanya hari cuti bersama, suasana libur panjang seringkali dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian, sehingga tempat-tempat umum mungkin lebih ramai.

Suasana Hari Kenaikan Isa Almasih cenderung khidmat dan reflektif, berbeda dengan perayaan hari raya lain yang meriah. Fokus utama adalah pada kegiatan keagamaan dan kebersamaan keluarga. Bagi masyarakat non-Kristiani, hari ini dirasakan sebagai hari libur yang tenang. Aktivitas komersial tetap berjalan normal di kota-kota besar, namun dengan lalu lintas yang mungkin lebih lancar karena banyak perkantoran tutup.

Kunjungan ke pemakaman merupakan tradisi umum, terutama bagi umat Katolik di Indonesia. Mereka berdoa untuk arwah keluarga dan sahabat yang telah meninggal, serta menaburkan atau meletakkan bunga di atas makam. Tradisi ini melambangkan pengharapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal, sejalan dengan makna spiritual Hari Kenaikan Isa Almasih yang menegaskan kemenangan atas kematian.

Ya, berdasarkan kalender libur nasional 2026, hari cuti bersama biasanya dijadwalkan pada hari Jumat setelah Hari Kenaikan Isa Almasih, yaitu tanggal 15 Mei 2026. Kebijakan ini memungkinkan masyarakat mendapatkan libur panjang akhir pekan, yang sering dimanfaatkan untuk pulang kampung atau berwisata bersama keluarga.

Historical Dates

Ascension Day of Jesus Christ dates in Indonesia from 2010 to 2025

Year Day of Week Date
2025 Thursday May 29, 2025
2024 Thursday May 9, 2024
2023 Thursday May 18, 2023
2022 Thursday May 26, 2022
2021 Thursday May 13, 2021
2020 Thursday May 21, 2020
2019 Thursday May 30, 2019
2018 Thursday May 10, 2018
2017 Thursday May 25, 2017
2016 Thursday May 5, 2016
2015 Thursday May 14, 2015
2014 Thursday May 29, 2014
2013 Thursday May 9, 2013
2012 Thursday May 17, 2012
2011 Thursday June 2, 2011
2010 Thursday May 13, 2010

Note: Holiday dates may vary. Some holidays follow lunar calendars or have different observance dates. Purple indicates weekends.